PKS dan Pemilu 2009: analisis teoritis target 20% suara

apakah PKS pada pemilu 2009 bisa sesuai dengan target yaitu meraih 20% suara?
apakah pertanyaan di atas, yang menurut Tifatul Sembiring bisa tercapai, dapat dengan mudah terealisasikan hanya dengan memakai hitungan matematis?
lalu bagaimana dengan performance kinerja para menteri yang berasal dari PKS, apakah mereka bisa menjadi strengthen untuk pemilu 2009 atau malah sebaliknya: menjadi weakness bagi suara PKS?
pertanyaan-pertanyaan di atas memang terasa mendeterminasikan seraya sedikit mengernyitkan dahi akan sebuah ke-pesimis-an kemenangan partai dakwah ini..
sebelum itu. perlu di garis bawahi bahwa TULISAN INI DIMUAT BUKAN UNTUK MENJATUHKAN MENTAL APALAGI MENAKUT-NAKUTKAN PKS SEBAGAI PARTAI DAKWAH UNTUK BISA MEREBUT 20% PADA PEMILU MENDATANG TAPI UNTUK MELIHAT ‘KE BAWAH’ BAHWASANYA ‘SEBELUM KITA TAMPIL KE PODIUM, LIHAT APAKAH SLERETING CELANA ANDA SUDAH TERTUTUP DENGAN BAIK?”
Kiasan di atas mengisyaratkan bahwa PKS harus melakukan langkah-langkah demikian
  1. memperbaiki, bahkan kalau bisa melakukan segala sesuatu yang pantas dilakukan, terhadap kinerja para menteri PKS yang ada di kabinet saat ini. Hal ini penting dikarenakan menteri-menteri tersebut apalagi Menteri Pertanian adalah menteri yang sangat dekat dengan basic needs masyarakat Indonesia.
    kasus kenaikan harga kedelai hingga minyak goreng, kasus perkelahian suporter olahraga tanah air, hingga masalah perumahan rakyat yang tidak terdengar kabarnya akan menjadi preseden buruk bagi PKS untuk bisa menuju target tersebut. rakyat akan antipati dengan PKS karena bisa saja beranggapan, “mengurus minyak goreng aja susah, mo ngurus negara”.
    oleh karena itu, PKS harus berjuang lebih keras lagi, tidak hanya terhadap target tersebut, namun juga memperbaiki dan men-threat para menteri tersebut karena bukan tidak mungkin hal ini akan menjadi bumerang bagi PKS sendiri…
  2. Mukernas di Bali. mukernas tersebut, saya yakin, memiliki banyak efek positif untuk mendongkrak suara PKS terutama di wilayah timur Indonesia. untuk merangkul mereka-mereka yang hingga kini belum ter-sibghah dengan Islam, terutama wacana koalisi dengan PDI-P. tapi, Mukernas ini bisa menjadi blunder manakala tidak terkonsepkan secara cermat dan hati-hati: efek positif-negatifnya, implikasi bagi konstituen yang loyal-non loyal, dsb..
    oleh karena itu, PKS harus mampu ‘turun gunung’ untuk menjelaskan kepada masyarakat tentang simpang-siur “partai terbuka”. lagi-lagi peran komunikasi massa dari PKS kepada grass root memegang peran yang sangat penting dan signifikan dalam menjelaskan ini semua. tak ayal jika dosen saya I Ketut Putra Erawan., Ph.D mempertanyakan asal-muasal dana yang dipakai untuk menyelenggarakan mukernas tersebut..
  3. Lebih realistis melihat peta perpolitikan tanah air yang tiap detiknya cepat berubah. tidak hanya mengandalkan data-data saja. tidak hanya dengan shock therapy saja pada setiap pilkada di tanah air. namun juga tetap ‘peka’ dengan kondisi sosial politik masyarakat Indonesia. kasus PDI-P dan Partai Golkar yang telah lama menjadi partai di Indonesia ini ternyata keok di tangan Partai Demokrat yang mengusung Susilo Bambang Yudhoyono sebagai calon presiden pemilu 2004.
  4. Terakhir, sedikit keluar dari tema diatas, lagi-lagi PDI-P dan Partai Golkar menjadi partai dengan hikmah yang begitu banyak. urusan merebut semua orang bisa. bahkan orang-orang muda pun dalam sejarahnya sanggup untuk melakukan hal demikian. namun ingat! ga semua orang bisa mempertahankan kemenangan dengan mudah. selama PKS belum bisa membumisasikan ayat-ayat Qur’an untuk bangsa Indonesia maka bisa diperhitungkan umur kejayaan PKS.
    hal-hal di atas, sekali lagi bukan untuk pesimis..sungguh dari diri pribadi saya, saya ingin agar PKS bisa membuktikan jargon “bersih, peduli, dan profesional” ke dalam hati-hati masyarakat Indonesia dan bisa membawa Negara Republik Indonesia ini ke dalam baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur .
terakhir, lagu Dewa 19 sungguh sangat tepat melukiskan perjuangan PKS untuk selamanya
Jalan kita masih panjang..
masih banyak waktu tersisa
coba kuatkan dirimu..
jangan berhenti disini….
Ridwan Budiman.,cPh.D
Mahasiswa Jurusan Ilmu Pemerintahan
Fisipol UGM
Litbang KAMMI Komsat UGM

The Perception

MENAKJUBKAN!!

Di sebuah desa, hanya tinggalah 2 manusia: seorang kakek dan cucunya. waktu itu adalah musim panen sehingga mereka berdua bebas berjalan kemana saja dengan membawa bekal yg banyak sekali dari hasil tanamnya.

mereka ingin menikmati suasana kota yg katanya sangat ramai. maklum mereka tinggal di desa yg notabene hanya ada alam raya dan mereka berdua saja tentu hal ini membuat mereka sangat bosan.

alhasil mereka pergi dengan berkendaraan hanya satu keledai kecil saja. namun cukup buat mereka berdua..

di jalan, mereka terkejut dengan orang-orang sekitar yg melihat mereka..

di kota pertama:

“Hai, apakah kamu tidak memiliki hati nurani! tega-teganya kamu berdua menaiki keledai yang masih kecil itu!” kata salah seorang yg mereka lewati

mereka bingung, sehingga mereka semua turun dari keledai tersebut dengan menarik keledai menuju kota kedua

di kota kedua:

“Hey, apakah kamu orang yg sok kuat! kenapa kau menyia-nyiakan anugerah Tuhan berupa seekor keledai yg seharusnya bisa kamu tunggangi?” kata orang di sekitar mereka

mereka menjadi bingung lagi, sehingga cucu tersebut naik ke atas keledai sedangkan kakeknya berada di bawah menarik keledai.

di kota ketiga:

“Hey, pemuda tak tahu diri! Tidakkah kau lihat kakekmu itu merasakan letih sedangkan kau enak-enak duduk diatas keledai?”

cucu tersebut bingung sehingga dia turun lalu kakeknya yg gantian menunggang keledai sedangkan cucunya menarik keledai.

di kota keempat:

“Hai, Pa Tua ga tau diri! Kau sudah cukup tua untuk berleha-leha di atas keledai, kenapa tidak kau biarkan cucumu saja yang naik di atas keledai tersebut? bukankah dia yg akan meneruskan usahamu kelak kau tiada??

Kakek tersebut bingung…

singkat cerita, akhirnya mereka pulang ke desa mereka. kakek tersebut mengajarkan kepada cucunya sesuatu yg tampak riil di masyarakat tanpa harus banyak berkata-kata

Cucuku, dunia ini ALLAH ciptakan bukan untuk arena tempat beradu argumen, pikiran, dan kepentingan. Tapi ALLAH ciptakan dunia ini sebegai ajang untuk bisa mengenal-Nya lebih jauh.

karena Allah itu indah dan menyukai keindahan. apakah mungkin sesuatu yang indah itu terbentuk karena KESERAGAMAN? yang benar adalah karena KERAGAMAN.

lihatlah pelangi, taman bunga, dan langit di atas sana. apakah satu sama lain diantara mereka adalah sama??

untuk itulah, wahai cucuku, pendapat-pendapat dari orang yang kita temui tadi bukanlah untuk kita pikirkan dan kita sesali

Kenapa? karena sesungguhnya sesuatu yang simple itu terkadang kita terlalu lama memikirkannya sehingga akan terasa berat di pundak kita. layaknya sebuah daun yg kita pegang, ia akan terasa berat tatkala kita lama-lama menggenggamnya.

yg kedua, kita tidak perlu sesali kenapa mereka bisa berbeda pendapat. kita tidak mungkin memaksakan kehendak,pemikiran kita ke orang lain. tapi yang kita bisa adalah kita memaksakan diri kita untuk bisa berinteraksi dengan semua orang.karena setiap orang berpikir, berkehendak, dan berkata sesuai lingkungan mereka.

cucuku, semoga kamu bisa ambil pelajaran hidup seperti ini…

dan doakan selalu agar kita dan orang-orang, baik yang dekat dengan kita,ataupun yg jauh dengan kita, bahkan yang membenci kita sekalipun.karena kita tak pernah tahu dari “tangan-tangan” siapa pertolongan ALLAH itu datang..

semoga…

Positivisme Vs Intrepretivisme!!

apa yang terlintas di benak anda saat melihat begitu banyaknya hewan yang turun dari gunung berapi?”mari kita mulai tulisan ini dengan baca Bismillah seraya berpikir keras akan jawaban yang jelas dan pasti dari pertanyaan di atas..

saya tidak bermaksud membawa anda dalam sebuah permainan retorika filsafat yang (mungkin) bisa membuat anda gila dan berpikir ulang akan segala kejadian dalam hidup ini..
kenapa saya katakan demikian..
hidup ini tidak statis dan – kalau kata kakakku tulis dalam blognya – hidup ini terlalu sulit untuk diliput dalam sebuah berita, ditulis dalam koran, dsb

hidup ini selalu punya pasangan dan dua sisi yang berbeda tergantung darimana kita menilainya..
apakah kita cenderung menilai hidup berdasarkan bukti-bukti empiris yang terjadi
atau anda menilai hidup ini tergantung dari perspektif masing2x orang…

POSITIVISME Vs INTREPRETIVISME

saat anda melihat segrombolan hewan turun dari gunung, apakah anda langsung menilai bahwasanya gunung tersebut akan meletus?
atau anda akan memandang segerombolan hewan tersebut turun karena ada faktor2x lainnya? makanannya habiskah? atau memang sengaja mau turun?

itula contoh kecil kerumitan dan peperangan abadi yang terjadi antara kubu POSITIVISME dan INTREPRETIVISME
setiap orang jelas mempunyai hak pribadi untuk memakai ISME yang mana…
tidak ada UU bahkan ayat Tuhan yang menyatakan memilih ISME yang mana..
apalagi manusia yang mencoba memaksakan kehendak pribadinya kepada setiap orang di muka bumi ini, sungguh sangat tidak berhak!

hal ini yang sekiranya harus dipahami
budaya, pemikiran, dan segala yang berkenaan dengan area individu tiap individu adalah hasil dari proses sejarah yang terus berulang dan mengkerucut menjadi titik. titik itulah yang menjadi pola sikap dan pemikiran anda selama ini..

setidaknya, logika inilah yang banyak membawa saya pada setiap tindak-tanduk hidup saya, begitupun dengan hidup anda…

pola sikap tersebutlah yang kemudian melahirkan pola-pola pemikiran kita: POSITIVISME ATAU INTREPRETIVISME

Klo anda berasal dari ilmu-ilmu eksak anda akan cenderung menilai hidup ini dengan segala proses yang terjadi di dalamnya dengan kaidah berpikir positivisme
klo anda berasal dari ilmu-ilmu sosial anda akan cenderung menilai hidup ini dengan segala proses yang terjadi di dalamnya dengan kaidah berpikir intrepretivisme

lalu dimana titik perdamaian di antara dua kubu yang saling berperang dingin ini?
jawabannya adalah pada pada titik toleransi kita untuk senantiasa menghargai perbedaan yang terjadi termasuk perbedaan ISME tersebut yang dipakai..

tapi jika anda mengikuti logika berpikir saya ini, maka akan ada ribuan orang yang “menyerang” anda..akan banyak orang yang “menjauhi” anda
namun akan banyak pula orang yang mendukung anda…

lagi-lagi inilah hidup…
tidak pernah selesai dibahas dalam diskusi manapun
tidak pernah cukup ditulis di kertas sepanjang apapun..
dan tidak akan pernah …..

dan sadarkah anda..
jika anda mengamini tulisan saya ini berarti anda telah terjebak dalam POSITIVISME
dan jika anda mengetahui alur atau cara berpikir saya berartianda telah terjebak dalam lingkaran POSITIVISME
dan jika anda juga mengamini kata-kata sebelum ini berarti anda juga telah berendam dalam lumpur POSITIVISME

SO, selamat ber-positivisme dan ber-intrepretivisme
karena SAMPAI KAPANPUN ANDA TIDAK AKAN PERNAH MENEMUKAN KATA SEPAKAT DALAM MENDAMAIKAN MEREKA? (POSITIVISME?????????????????)