Positivisme Vs Intrepretivisme!!


apa yang terlintas di benak anda saat melihat begitu banyaknya hewan yang turun dari gunung berapi?”mari kita mulai tulisan ini dengan baca Bismillah seraya berpikir keras akan jawaban yang jelas dan pasti dari pertanyaan di atas..

saya tidak bermaksud membawa anda dalam sebuah permainan retorika filsafat yang (mungkin) bisa membuat anda gila dan berpikir ulang akan segala kejadian dalam hidup ini..
kenapa saya katakan demikian..
hidup ini tidak statis dan – kalau kata kakakku tulis dalam blognya – hidup ini terlalu sulit untuk diliput dalam sebuah berita, ditulis dalam koran, dsb

hidup ini selalu punya pasangan dan dua sisi yang berbeda tergantung darimana kita menilainya..
apakah kita cenderung menilai hidup berdasarkan bukti-bukti empiris yang terjadi
atau anda menilai hidup ini tergantung dari perspektif masing2x orang…

POSITIVISME Vs INTREPRETIVISME

saat anda melihat segrombolan hewan turun dari gunung, apakah anda langsung menilai bahwasanya gunung tersebut akan meletus?
atau anda akan memandang segerombolan hewan tersebut turun karena ada faktor2x lainnya? makanannya habiskah? atau memang sengaja mau turun?

itula contoh kecil kerumitan dan peperangan abadi yang terjadi antara kubu POSITIVISME dan INTREPRETIVISME
setiap orang jelas mempunyai hak pribadi untuk memakai ISME yang mana…
tidak ada UU bahkan ayat Tuhan yang menyatakan memilih ISME yang mana..
apalagi manusia yang mencoba memaksakan kehendak pribadinya kepada setiap orang di muka bumi ini, sungguh sangat tidak berhak!

hal ini yang sekiranya harus dipahami
budaya, pemikiran, dan segala yang berkenaan dengan area individu tiap individu adalah hasil dari proses sejarah yang terus berulang dan mengkerucut menjadi titik. titik itulah yang menjadi pola sikap dan pemikiran anda selama ini..

setidaknya, logika inilah yang banyak membawa saya pada setiap tindak-tanduk hidup saya, begitupun dengan hidup anda…

pola sikap tersebutlah yang kemudian melahirkan pola-pola pemikiran kita: POSITIVISME ATAU INTREPRETIVISME

Klo anda berasal dari ilmu-ilmu eksak anda akan cenderung menilai hidup ini dengan segala proses yang terjadi di dalamnya dengan kaidah berpikir positivisme
klo anda berasal dari ilmu-ilmu sosial anda akan cenderung menilai hidup ini dengan segala proses yang terjadi di dalamnya dengan kaidah berpikir intrepretivisme

lalu dimana titik perdamaian di antara dua kubu yang saling berperang dingin ini?
jawabannya adalah pada pada titik toleransi kita untuk senantiasa menghargai perbedaan yang terjadi termasuk perbedaan ISME tersebut yang dipakai..

tapi jika anda mengikuti logika berpikir saya ini, maka akan ada ribuan orang yang “menyerang” anda..akan banyak orang yang “menjauhi” anda
namun akan banyak pula orang yang mendukung anda…

lagi-lagi inilah hidup…
tidak pernah selesai dibahas dalam diskusi manapun
tidak pernah cukup ditulis di kertas sepanjang apapun..
dan tidak akan pernah …..

dan sadarkah anda..
jika anda mengamini tulisan saya ini berarti anda telah terjebak dalam POSITIVISME
dan jika anda mengetahui alur atau cara berpikir saya berartianda telah terjebak dalam lingkaran POSITIVISME
dan jika anda juga mengamini kata-kata sebelum ini berarti anda juga telah berendam dalam lumpur POSITIVISME

SO, selamat ber-positivisme dan ber-intrepretivisme
karena SAMPAI KAPANPUN ANDA TIDAK AKAN PERNAH MENEMUKAN KATA SEPAKAT DALAM MENDAMAIKAN MEREKA? (POSITIVISME?????????????????)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s