3 Prinsip Utama Kepemimpinan

Sebuah Kepemimpinan yang kuat, membutuhkan prasyarat banyak hal. Salah satunya adalah adalah orientasi: Atas dasar apa ia ingin menjadi Pemimpin?

Ini penting dibangun dari awal karena akan berimplikasi pada banyak hal. Cara ia bersikap, berargumen, memimpin syuro, dan sebagainya. Oleh karena orientasi ini berakar kuat dalam pribadi calon pemimpin tersebut, maka hal yang harus dibenahi untuk melahirkan pemimpin yang berkarakter kuat adalah mengenai orientasi ke-Ilahi-an yang ada dalam benak pikirannya.

Di fase ini, ia akan berbenturan dengan alam bawah sadar dirinya yang bisa jadi tak banyak orang yang memahami. Kenapa ia mau menjadi pemimpin? Apa untung-ruginya? Dan sebagainya.

Sehingga bisa jadi, inilah fase yang paling keras yang akan dijalani calon pemimpin tersebut. Karena proses-proses ke depannya akan sangat ditentukan dari struktur berpikir yang pertama kali ia bangun dalam fase ini.

Di sini dikenal prinsip ke-berafiliasi-an. Inilah yang membedakan organisasi yang dibangun atas semangat dakwah dengan organisasi yang dibangun atas dasar duniawi semata. Ia memiliki karakter yang utuh sebagai pribadi mukmin yang baik yang akan melahirkan banyak kebaikan pula di sekelilingnya.

Oleh karena dimensi pemikiran yang mempunyai andil besar dalam membentuk orientasi ini maka suplai-suplai ”makanan” yang dibutuhkan tiap harinya untuk mengisi ruhaniyah ke depannya, haruslah dipantau dan diperhatikan. Ibarat setiap ibu menginginkan bayinya untuk menjadi bayi yang sehat ke depannya maka asupan gizinya pun harus dijaga.

Di sinilah sesungguhnya letak kekuatan organisasi dakwah itu sendiri. Ia dipimpin oleh orang-orang yang tak sekedar berorientasikan pada asas materialisme saja: kekayaan, harta, jabatan, popularitas, dan sebagainya. Karena ia menganggap itu semua hanyalah implikasi yang dihasilkan saat melakukan pekerjaan yang ikhlas, keras, cerdas, dan tuntas di mata Allah.

Ia tak akan risau dengan begitu banyaknya angin yang akan menjatuhkannya. Ia tak silau dengan banyaknya parkiran yang menggodanya untuk berhenti. Ia akan terus melaju kencang, menapaki jalan terjal ini dengan penuh kehati-hatian.

Pada fase inilah sesungguhnya pemimpin tersebut memasuki prinsip kedua: partisipasi. Keikutsertaan ia dalam gerbong dakwah ini mengisyaratkan banyak hal, terutama tersitanya waktu untuk melakukan kerja dakwah ini. Proses ia dalam memimpin timnya akan sangat terlihat dalam partisipasi aktifnya. Di sini ia akan berbenturan dengan banyak hal: manajemen waktu, prioritas agenda, dialektika tajam, dan keikhlasan.

Oleh karena itu, partisipasi adalah sebuah proses untuk bisa berkontribusi lebih kepada masyarakat. Ia adalah sebuah jembatan antara fase afiliasi dengan kontribusi. Dengan demikian, ibarat seorang remaja yang mulai menapaki fase dewasa, pun halnya dalam tahap partisipasi ini.

Terakhir, kontribusi. Dalam fase ini, Pemimpin tersebut telah menjadi manusia dalam karakter yang sesungguhnya. Ia bekerja bukan lagi dalam taraf berpikir melainkan sudah dalam fase kerja nyata di masyarakat. Pahit-getir, ia akan terjun habis-habisan.

Sehingga orientasi yang dibangun dalam fase ini sesungguhnya berpikir dalam kerangka orang yang ditujunya. Karena dalam bingkai dakwah Islamiyah maka orientasinya bukan orientasi pribadi, tapi bagaimana caranya agar obyek dakwah merasa nyaman dengan dakwah yang diperkenalkan.

Dalam fase inilah, sesungguhnya kematangan berpikir, bersikap, dan melakukan sebuah perencanaan tertata dengan baik. Pemimpin tersebut akan banyak menyandarkan dirinya pada urusan orang banyak yang ia pimpin. Bisa dikatakan bahwa ia telah selesai dengan urusan pribadinya.

Oleh karena itulah, patutlah kiranya jika Sang Suri Tauladan kita, Muhammad SAW, kita contoh sebagai panutan hidup karena sampai beliau wafat orientasi untuk mengurus umat tak pernah lekang dalam benaknya: ummati, ummati, ummati….

One thought on “

  1. Intinya pemimpin tetap harus berkiblat pada tuntunan Al-qur’an dan penjabarannya dalam Sunnah Rosul kan??

    Gak perlu ikut2 aturan2 yang belum jelas asal-usulnya bagi sebagian orang,..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s