Tuhan… Jangan Ambil Nyawaku..! #Narasi Inspirasi III


Dahulu…
Ketika mulai memasuki usia dewasa
Ketika semangat sebagai anak muda menyala membara
Ketika melihat banyak kerusakan dimana-mana

Aku bermimpi untuk mengubah dunia

Aku mulai memaksimalkan potensiku
Untuk menutupi kekuranganku
Merangkai tahap demi tahap setiap tujuan hidupku
Hingga masuk menjadi bunga tidurku

Namun..

Saat diriku semakin melihat realita
Aku mundur satu langkah
Mencoba berpikir dengan bijaksana
Sekedar menghibur bahwa betapa beratnya untuk mengubah dunia

Namun..

Usiaku kini mulai tua
Usahaku untuk mengubah dunia pun tak kunjung tiba
Dunia semakin kacau dan kerusakan semakin merajalela
Impianku hanya angan belaka
Bagai sang pungguk merindukan rembulannya

Akhirnya..
Aku bermimpi untuk mengubah masyarakat sekitarku saja

Aku mencoba berturut serta
Dalam setiap pertemuan yang ada
Bahkan rapat RT pun aku tak pernah alpa

Namun..

Usiaku pun kian renta
Tak kuat lagi untuk turut serta apalagi kumpul bersama
Malu aku untuk ikut mereka
Yang masih muda dan memiliki cita-cita luar biasa

Akhirnya…
Aku bermimpi untuk mengubah keluargaku sendiri saja

Aku sangat berupaya untuk menjadi teladan terbaik bagi mereka
Menjadi Ayah yang menyayangi istri dan anak-anak tercinta
Yang siap menjaga, memberi perlindungan, dan menafkahi sekuat tenaga

Namun..

Ternyata tak semudah dipandang mata
Fisik yang kian rapuh dan renta
Menjadikanku seperti Ayah yang tak bisa apa-apa
Hanya mampu menyemangati dari kursi roda
Yang setia menemani kemana-mana

Akhirnya..

Setelah ku pikirkan lebih dalam dan lebih lama..
Ada yang salah dari caraku berpikir tentang dunia
Memimpikan yang besar dan penuh asa
Ternyata tak diiringi oleh perubahan diri secara tertata

Seketika itu pula
Aku berubah haluan 180 derajat untuk merubah diri sendiri

Tapi…
Tiba-tiba malaikat maut telah menanti
Di atas ubun-ubunku untuk mengambil nyawaku
Aku belum mau!
Aku belum mau!

Tuhan…
Aku ingin hidup 100 tahun lagi
Untuk memohon diri dan meminta maaf agar ku bisa berbenah diri
Tak silau lagi dengan egoisme pribadi
Dan memandang dunia adalah tempat peristirahatan terakhir

Tuhan..
Aku ingin hidup 100 tahun lagi
Menyeimbangkan antara duniawi dan ukhrawi
Menyeimbangkan antara cita-cita pribadi dan perubahan diri

Tuhan…
Jangan ambil nyawaku!
Ampunkan hamba yang senantiasa lupa akan Dirimu
Jangan ambil nyawaku
Jangan ambil nyawaku..

Tuhan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s