Filosofi Matahari


Bumi dan porosnya selalu berputar

Planet lain pun juga demikian

Tapi, mengapa matahari senantiasa tidak bergerak

Apakah karena dia tak memiliki asa?

Atau memang karena dia sumber cahaya?


Begitulah Tuhan mengajarkan kepada setiap hambanya. Melalui fenomena alam, Ia ajarkan manusia, tanpa merasa sedang diajarin. Melalui setiap gerakan alam, Ia perlihatkan betapa yang bergerak selalu saja berporos pada satu titik. Maka, hakikat dari gerakan sesungguhnya adalah putaran karena kita hidup dalam siklus yang senantiasa ada yang mengatur. Dan yang mengatur itu adalah Alloh SWT, Tuhan Semesta Alam.

 

Maka, jika memang matahari adalah sumber cahaya, maka dialah yang disebut bintang. Oleh karena itu, siapapun yang merasa dirinya adalah bintang, hendaknya dialah meniru atau memahami filosofi Matahari. Tapi, jika anda tidak mampu memahami filosofi Matahari serta makna dibalik kehadirannya di jagat raya ini, jangan sesekali anda merasa menjadi bintang. Apalagi mengaku-ngaku sebagai bintang.

 

Karena matahari adalah bintang, dan setiap planet-planet berputar mengelilingi matahari, maka siapa sesungguhnya yang sedang mencari cahaya? Mencari petunjuk karena derasnya gerakan putaran harian, seringnya melahirkan kelemahan jiwa. Dan kelemahan jiwa tersebut hanya bisa diobati kalau kita, sebagai manusia, mendekati sumber cahaya. Maka, prinsipnya, yang sering bergerak – apakah itu berputar, bergeser, atau yang lainnya – dialah yang akan senantiasa mengalami kejumudan jiwa dan sesaknya pikiran. Siapapun dia, baik itu seorang presiden atau rakyat jelata sekali pun pasti mengalami hal itu.

 

Itulah bintang yang sering kita sebagai matahari. Meskipun, malam menutupinya, tapi dia senantiasa tegar untuk selalu menerangi bumi ini. Lihatlah ketika malam menyelimuti di salah satu belahan bumi, bintang akan selalu menerangi di belahan sisi yang lain. Ia tak tidur apalagi lelah. Sampai Tuhan tidak menidurkannya, ia tak akan tidur hingga kiamat sudah datang menyapanya. Ia diam tak bergerak, tapi bukan berarti ia tak mendobrak. Karena dengan cahaya panasnya, ia mendobrak segala hati-hati angkuh manusia. Karena itulah salah satu fungsi penting matahari. Maka, wajar jika Tuhan mengabadikan matahari dengan menyebutnya dalam salah satu firman-Nya, ”wassyamsi wad dhuhahaa.. ”

Maka, jika dirimu ingin naik mengangkasa menjadi bintang di langit, teruslah bergerak tapi jangan lupa untuk menjadikan gerakanmu bersumber pada satu cahaya. Jadikanlah dirimu seperti planit-planit yang bergerak bukan karena ingin dipandang hebat oleh planit lainnya, tapi karena ingin menuju sumber cahaya. Dari satu bintang yang tak pernah padam di makan zaman. Bintang sumber cahaya tersebut adalah Alloh SWT, Tuhan Semesta Alam.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s