Juru Masak Hebat di Sekitar Kos


Letaknya tak jauh dari kosan saya. Karangwuni H-25 Sleman, itu alamatnya. Hanya berjarak sekitar 100-200 meter yang dapat ditempuh cukup dengan jalan kaki kurang dari 5 menit. Berdirinya pun sudah lama: sekitar 3 tahun. Namun, tugasnya dari pagi hingga malam, membuat jam kerjanya rasa-rasanya lebih lama dari 3 tahun. Karena pengabdiannya untuk ”memberikan” makanan bagi para mahasiswa di sekitarnya, telah membuat mereka seperti silent hero dibalik cerita sukses mahasiswa Gadjah Mada.

Mereka adalah ibu-ibu yang senantiasa menjadi pelayan di Rumah Makan Ceria. Rumah makan ini mulai buka dari jam 7.30 hingga jam 20.00. Tapi, jam kerja mereka tentu lebih panjang daripada itu. Mereka harus beraktivitas sedari sebelum shubuh untuk memasak, meracik bumbu, dan menyiapkan menu terbaiknya apa hari ini. Dan ketika sudah tutup pun, bukan berarti kerjaan mereka juga sudah selesai. Membereskan peralatan dapur, mencucinya, hingga menutup gerbang rumah makannya adalah rutinitas keseharian yang membutuhkan energi ekstra. Tidak sekadar kecerdasan kognitif memasak, tapi juga kecerdasan interpersonal dalam menjaga hubungan baik dengan para mahasiswa langganannya.

Bagi mahasiswa seperti kami yang (belum) pandai masak, tentu kami sangat bersyukur dengan kehadiran mereka. Apalagi saat kami harus berjibaku dengan segala tugas dan aktivitas kampus yang bertumpuk, tentu kami butuh sarapan cepat agar tidak hilang semangat. Dengan range harga yang relatif murah, 5-12 ribu dalam sekali makan, perut kami bisa terjaga agar tidak menganggu aktivitas selama perkuliahan. Selalu siap beragam menu yang tersaji di depan mata. Dengan sayuran yang tampak segar, tidak layu, dan cukup memenuhi standar 4 sehat 5 sempurna, semua sudah tersedia.

Hampir tidak ada wajah kusut diantara mereka. Saban hari saya makan di sini, saban hari itu pulalah saya hampir tidak pernah mendengar keluh-kesah hingga melihat muramnya wajah. Mereka iklash dan komitmen dalam bekerja. Baginya, pelanggan adalah tamu terhormat. Yang dilayani secara sama, tanpa memandang soal ekonomi semata. Kalau sedang tidak ada uang, kami bisa hutang sementara. Yang penting kami bisa makan dan mendapat asupan gizi yang berimbang.

Sesekali ketika makan, saya tidak membawa dompet. Bayaran uang sarapan yang saya habiskan ketika itu, cukup besar untuk ukuran Yogya: Rp. 13.000. Kalaupun saya tak bayar dengan alasan tidak membawa dompet, ”Bagaimana Ibu itu tahu bahwa saya pasti bayar hutang saya? Bagaimana kalau saya ternyata kabur dan tidak punya iktikad baik untuk membayarnya”, lirihku dalam hati. Tapi, meskipun pertanyaan itu tak pernah terlontar, ibu itu diam-diam mengajarkan arti penting menaruh harapan kepada saya, dan saya juga diajarkan untuk bertanggung jawab terhadap sebuah kepercayaan. Pelajaran penting akan komitmen dalam berhutang.

Terima kasih Rumah Makan Ceria. Terima kasih ibu-ibu yang senantiasa komitmen di dalamnya. Mungkin kita memandangnya remeh: hanya bekerja menjadi koki di suatu rumah makan. Bukan bekerja di belakang meja dan gaji tetap yang selalu datang, sebagai patokan ukuran kemapanan seseorang. Tetapi, bekerja dari balik kompor, bumbu-bumbu yang terkadang membuat mata menangis, dan teriakan pelanggan yang selalu ingin dilayani dengan cepat.

Maka, kalau ada pepatah yang mengatakan dibalik lelaki yang hebat ada wanita yang lebih hebat di belakangnya, mungkin bisa kita ubah sedikit: dibalik mahasiswa yang hebat ada seorang juru masak yang hebat di rumah-rumah makan di sekitarnya.

Wallahu ’alam bisshowab

3 thoughts on “Juru Masak Hebat di Sekitar Kos

  1. Dulu di tahun 2006 saya pernah makan sepiring penuh dengan lauk lengkap di tempat makan seperti ini di dekat UGM dengan harga Rp. 2,000. Saya terkejut karena makanan sejenis di Ciputat mencapai lima sampai enam ribu.

    Berapa kisaran harga makan di sana sekarang, Mas?

    Subhan Zein

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s