Menulis, Pelipur Segala Sendu serta Rindu


Berbahagialah bagi mereka yang sebagian hobinya menulis. Dalam kesendirian, ia masih bisa berkata lewat secarik kata. Hanya bermodal pena dan kertas, ia sanggup mengusir segala kejemuan di tengah heningnya kesendirian. Meskipun dunia ramai, tapi, ia tetap menikmati kehidupan tanpa sekalipun mencaci serpihan rasa kesepian.
Berbahagilah bagi mereka yang sebagian hobinya menulis. Dalam rasa duka, ia masih sanggup tertawa. Ia cepat merubah segala lara, menjadi membuatnya adalah hal yang biasa. Karena dalam rasa penat dan kekesalannya, ia mampu menumpahkannya dalam rangkaian barisan kata-kata. Hujan badai, panas terik, tak sedikit pun menggoyahkan jiwa teduhnya.
Berbahagialah bagi mereka yang sebagian hobinya menulis. Ia tak perlu meminta orang untuk mendengarkan keinginannya. Cukup menulis secarik dua carik kata, setiap kata akan mengundang sendiri pembacanya. Di tengah dunia yang penuh kepalsuan, setidaknya, hanya kertas dan pena yang masih setia mendengar, tanpa sedikit pun meminta balasan dari celotehan kita..
Berbagialah bagi mereka yang sebagian hobinya menulis. Pelipur segala sendu serta rindu. Tak pernah mengeluh akan diri kita yang selalu mengaduh. Sahabat setia yang pantas dibawa kemana-mana. Walau ia tak bersuara, tapi ia sebenarnya membantu kita mengobati setiap luka dengan cara menuliskannya di setiap bait kata-kata.
Karena menulis, pelipur segala sendu serta rindu..

216741_2080910274749_6925178_n

One thought on “Menulis, Pelipur Segala Sendu serta Rindu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s