Yang Mahal Itu..


Yang mahal itu kesendirian. Menikmati setiap detik waktu berjalan dan memaknai setiap pergantian fase hidup yang Tuhan berikan. Bukan tidak mungkin, padatnya pekerjaan, menjadikan kita buruh-buruh bagi berputarnya peradaban.

Yang mahal itu menjadi teladan. Saat setiap orang hanya ingin menjadi ikutan, sungguh sedikit yang mau menjadi panutan. Semua menunggu untuk diatur, khawatir takut digusur kalau kebanyakan bertutur.

Yang mahal itu diam. Berapa banyak tempat yang kita isi dengan riuhnya percakapan, hingga kadang mengeraskan jiwa-jiwa kemanusiaan. Hidup yang digerakkan otot mulut hanya membuat orang menjadi saling sikut untuk sekadar mengenyangkan perut.

Yang mahal itu rindu. Rindu untuk saling bertatap muka penuh cinta dan makna. Rindu yang dihiasi dengan saling mendoakan agar tetap berjalan dalam jalan-jalan keberkahan. Rindu yang tak bertepi ruang dan waktu. Selamanya, di tiap sujud tetap mendoakanmu.

Yang mahal itu belajar. Belajar untuk mau mendengar. Belajar untuk mau melihat lebih dekat . Belajar untuk mau dididik untuk menjadi lebih baik. Belajar kepada siapapun, dimanapun, dan dalam kondisi apapun.

Yang mahal itu sujud di waktu malam. Bertemu dengan Tuhan-mu di antara nikmatnya pembaringan. Dengan berbalur dosa, kita memohon pengampunan. Mohon ampun dari segala kekhilafan dan kedustaan yang kita lakukan. Qum Fa andzir! Bangun dan serulah Tuhan-mu.

Yang Mahal itu…


*gambar: muhammakiify.files.wordpress.com

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s