Goresan Puisi

Tekad Seorang Pejuang

(Yogyakarta, 3 November 2013)

Pernahkah kamu..

Seketika berlari kencang

Sekencang mungkin..

Tiba-tiba di depanmu ada sebuah tembok

Apa yang kamu lakukan seketika itu juga?

Kamu berhenti seketika tepat depan tembok itu

Tapi, kakimu terkilir karena harus menahan beban laju tubuhmu

Kamu berbelok arah ke kiri atau ke kanan

Tapi, pelipismu lecet karena harus memutar kepala sepersekian detik

Atau jangan-jangan kamu tidak sempat menghindar

Jadi, seluruh tubuhmu remuk redam hantam tembok tersebut

Tembok tersebut adalah bayang-bayang

Yang tidak terlihat dari kejauhan

Tapi, sangat jelas ketika sudah di hadapan

Karena tembok tersebut hanya bisa dirasakan

Dan sangat sulit untuk dijabarkan dengan ribuan perkataan

Itulah takdir.

Ragamu remuk menghantam dinding tabir

Bahkan mungkin akal sehatmu bisa dibuat getir

Tak pernah ada yang tahu sebelumnya

Larimu yang kencang ternyata

Menghantam dinding takdir yang sangat kokoh di depan mata

Sakit?

Tentu sangat sakit terasa.

Sebab masih ada rasa di dalam dada

Tidak hanya jiwamu yang akan runtuh

Tapi, juga raga yang menanggung segala malu dan peluh

Karena dirimu jatuh

Ada banyak kepercayaan yang terlewat

Karena ragamu rapuh

Ada banyak cinta yang tak kau dapat

Karena dirimu bersimbah keluh

Ada banyak mimpi yang terhambat

Semua orang yang selama ini memujimu

Satu per satu membuka topengnya yang selama ini semu

Mereka yang sering pasang badan mendukungmu

Ternyata, hanya ingin dekat saat dirimu nomor satu

Haha..

Berterima kasih lah pada tembok itu

Kau dipertemukan dengannya sedari dini

Saat usiamu masih sangat muda

Saat dirimu belum menanggung siapa-siapa

Hahaha…

Berterima kasih lah pada tembok itu

Karena tembok itu yang mengajarkan mu kearifan

Untuk tetap berlari sesembari berhenti melihat keadaan

Berterima kasilhlah pada tembok itu

Untuk tidak terlalu silau dengan kehidupan

Yakinlah..

Akan  banyak lagi tembok kokoh menjulang

Bukan hanya di hadapan

Tapi di sisi atas-bawah kiri-kanan

Tapi, satu hal yang pasti

Seorang Pejuang tidak akan lahir dari ruang-ruang sunyi

Yang hanya dinikmati untuk kalangan sendiri

Masih banyak tembok yang harus dirobohkan

Hingga nanti kita benar-benar terkalahkan

Dijemput malaikat menuju kematian.

2 thoughts on “Goresan Puisi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s